Pembukaan Kick Off Training “Empowering Cooperatives Through Financial Accountability and Strategic Business Matching” yang diselenggarakan Kementerian Koperasi, Semarang 11/2/2026. (FOTO: Dok).
Pembukaan Kick Off Training “Empowering Cooperatives Through Financial Accountability and Strategic Business Matching” yang diselenggarakan Kementerian Koperasi, Semarang 11/2/2026. (FOTO: Dok).
SEMARANG, semarangnews.id – Upaya memperkuat tata kelola keuangan koperasi terus digencarkan pemerintah melalui kegiatan Kick Off Training “Empowering Cooperatives Through Financial Accountability and Strategic Business Matching” yang digelar pada Rabu (11/2/2026). Program ini menjadi langkah awal peningkatan kapasitas sumber daya manusia koperasi desa/kelurahan Merah Putih di Jawa Tengah.
Kegiatan dibuka oleh Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM dan Talenta Kementerian Koperasi, Siti Aedah, yang mewakili Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi, Destry Anna Sari. Dalam pembukaan tersebut ditegaskan bahwa penguatan kompetensi pengurus koperasi, khususnya di bidang keuangan, menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan koperasi desa.

Acara ini dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya Asisten Deputi Pembiayaan Niken Wulandari, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Eddy S. Bramujanto, Kepala Bidang Pelatihan Perkoperasian Muhammad Yusuf, Kepala Bidang Pembinaan JF Perkoperasian, perwakilan perbankan di lingkup Jawa Tengah, Ketua KSP Nasari, serta tamu undangan lainnya.
Sebanyak ratusan peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah mengikuti rangkaian kegiatan yang terdiri dari pelatihan dan seminar. Total peserta pelatihan mencapai 100 orang perwakilan pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, khususnya bendahara atau pengurus yang menangani keuangan koperasi. Selain itu, 100 peserta lainnya mengikuti seminar, serta 30 pengawas koperasi kabupaten/kota turut ambil bagian dalam pelatihan pembinaan Jabatan Fungsional (JF) Perkoperasian.
Untuk memastikan proses pembelajaran lebih efektif, peserta pelatihan dibagi ke dalam dua kelas, yakni Kelas A dan Kelas B yang masing-masing diikuti 50 orang. Pembagian kelas ini memungkinkan penyampaian materi yang lebih intensif, interaktif, dan aplikatif sesuai kebutuhan pengelolaan koperasi di daerah.
Pelatihan tematik ini bertujuan meningkatkan kompetensi SDM koperasi dalam pengelolaan keuangan yang akuntabel, transparan, serta mampu mendukung pengembangan usaha koperasi secara berkelanjutan. Materi yang disampaikan mencakup penguatan tata kelola keuangan, peningkatan kapasitas manajemen koperasi, hingga peluang kolaborasi melalui business matching. Dan sebagai informasi tambahan kegiatan pelatihan tersebut merupakan implementasi dari Inpres No. 9 tahun 2025 dan Inpres No. 17 Tahun 2025.

Suasana kegiatan berlangsung antusias dan interaktif. Peserta aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta menggali solusi atas berbagai tantangan pengelolaan koperasi di daerah masing-masing. Keterlibatan perbankan dalam kegiatan ini juga membuka peluang sinergi pembiayaan dan kemitraan usaha bagi koperasi desa.
Melalui pelatihan ini, Kementerian Koperasi berharap koperasi desa/kelurahan Merah Putih di Jawa Tengah mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang kuat, mandiri, dan profesional. Penguatan kompetensi pengurus koperasi diyakini menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem koperasi yang sehat dan berdaya saing di masa depan.
