Bayu Ramli (keempat dari kiri) bersama produser Dono Indarto, Ikang Fawzi, Meriam Belina dan sejumlah pemain Titip Buda di Surga-Mu, Semarang 14/2/2026. (Selly).
SEMARANG, semarangnews.id – Aktor asal Semarang, Bayu Ramli, membuktikan bahwa dirinya tak hanya identik dengan genre horor. Lewat film keluarga berjudul Titip Bunda di Surga-Mu, Bayu sukses menunjukkan warna baru aktingnya dalam genre drama yang penuh emosi. Hal ini terlihat saat gala nobar promo perdana film tersebut di Bioskop 21 Mall Ciputra Semarang, Sabtu (14/2/2026), yang bertepatan dengan momen Valentine.
Suasana bioskop malam itu terasa hangat sekaligus haru. Sejak awal cerita, konflik keluarga yang ditampilkan membuat banyak penonton larut dalam emosi hingga tak sedikit yang meneteskan air mata. Film ini mengangkat kisah kasih sayang keluarga yang kuat, penyesalan, serta rekonsiliasi antara anak dan orang tua.
Dalam film garapan sutradara Hanny R Saputra, Bayu Ramli beradu akting dengan sederet aktor senior papan atas seperti Meriam Bellina, Ikang Fawzi, Acha Septriasa, Kevin Julio dan Zora Vidyanata serta sejumlah pemain lokal asal Semarang. Kehadiran para pemain utama tersebut turut menyapa penonton secara langsung dan memberikan kejutan spesial dalam acara nobar kali ini.

Bayu mengaku proyek film ini menjadi pengalaman yang sangat berharga sekaligus menantang bagi perjalanan kariernya.
“Bermain bersama para aktor dan aktris senior adalah kebanggaan besar bagi saya, tapi juga tantangan. Saya berusaha memberikan akting terbaik agar bisa belajar sebanyak mungkin dari mereka,” ungkap Bayu usai nobar.
Ia berharap pengalaman ini menjadi motivasi bagi para pelaku film lokal untuk terus berkarya.
“Kesempatan seperti ini jangan disia-siakan. Terus belajar, terus berkembang, karena industri film Indonesia membuka peluang bagi siapa saja yang serius,” tambahnya.
Film ini menempatkan Meriam Bellina sebagai sosok ibu yang menjadi pusat cerita. Ia hadir langsung di tengah penonton dan mengaku tersentuh melihat respons hangat masyarakat. Menurutnya, film ini memiliki pesan universal tentang cinta keluarga yang dekat dengan kehidupan banyak orang.
“Cerita ini sangat emosional karena bicara tentang hubungan ibu dan anak yang begitu dalam. Saya berharap film ini bisa mengingatkan kita untuk lebih menghargai keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Ikang Fawzi yang berperan sebagai sosok suami setia mengungkapkan bahwa karakter yang ia mainkan menggambarkan figur pendamping yang sabar dan setia hingga akhir hayat. Ia menilai film ini menyampaikan pesan sederhana namun kuat tentang arti kebersamaan dalam keluarga.
Produser film, Dono Indarto, menjelaskan bahwa film ini diadaptasi dari novel yang ditulis berdasarkan kisah nyata yang dialami dalam keluarganya.
“Film ini sangat personal bagi saya. Kami ingin menghadirkan cerita yang jujur, hangat, dan dekat dengan kehidupan banyak keluarga di Indonesia,” tuturnya.
Film ini juga didedikasikan untuk penulis Dani Sapawi, yang turut terlibat dalam proses produksi namun belum sempat menyaksikan hasil akhirnya karena telah berpulang akibat penyakit yang dideritanya. Dedikasi tersebut menjadi momen emosional yang turut disampaikan kepada para penonton saat nobar berlangsung.
Dan yang tak kalah luar biasa hampir 80 persen film tersebut diproduksi di Kota Semarang dan sekitarnya, yang sudah barang tentu menjadi kebanggan tersendiri bagi para penonton warga kota Semarang.
Dengan cerita yang menyentuh dan deretan pemain lintas generasi, “Titip Bunda di Surga-Mu” diprediksi menjadi salah satu film drama keluarga yang membekas di hati penonton. Nobar perdana di Semarang menjadi bukti bahwa kisah sederhana tentang keluarga masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia.
Rencananya film “Titip Bunda di Surga-Mu” akan tayang perdana di bioskop seluruh Indonesia pada 26 Februari 2026 mendatang, bertepatan dengan suasana bulan suci Ramadan.


