Kepala SMPN 22 Muslimin (tengah), Kabid Pembinaan SMP Aloysius Kristanto (kanan) dan Perwakilan Anantaka, Krisna (kiri) beserta siswa peserta edukasi gizi "Sang Gigi Manis", Semarang 12/2/2026. (FOTO: Istimewa).
SEMARANG, semarangews.id – Suasana ceria begitu terasa di ruang aula SMPN 22 Gunungpati Semarang saat puluhan siswa mengikuti kampanye edukasi gizi bertajuk “Sang Gigi Manis” (Sadar Anjuran Gizi, Giat Kurangi Makanan dan Minuman Manis) Kamis (12/2/2026). Program yang diinisiasi Yayasan Anantaka (Anantaka Cultural Trust) ini digelar dalam rangka peringatan Hari Gizi Nasional sekaligus mendukung Program Posyandu SPM Kesehatan Kota Semarang.
Sebanyak 43 siswa mengikuti kegiatan edukasi bertema “Petualangan Sang Gigi Manis” yang dikemas secara interaktif melalui presentasi visual, permainan edukatif, serta diskusi ringan yang dekat dengan keseharian pelajar.
Kepala SMPN 22 Semarang, Muslimin, menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan edukasi gizi seperti ini. Anak-anak perlu mendapat pemahaman sejak dini tentang pola makan sehat agar tumbuh menjadi generasi yang lebih sehat dan produktif,” ujarnya.
Sejak pagi, siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka diajak mengenali berbagai jenis makanan dan minuman tinggi gula yang sering dikonsumsi tanpa disadari, sekaligus memahami dampaknya terhadap kesehatan tubuh, gigi, dan konsentrasi belajar. Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, diwarnai sesi tanya jawab serta kuis yang membuat siswa aktif berpartisipasi.

Perwakilan Yayasan Anantaka, Krisna menjelaskan, bahwa kampanye ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran gizi anak-anak.
“Melalui pendekatan yang menyenangkan, kami ingin menanamkan kebiasaan sehat sejak dini. Anak-anak adalah agen perubahan di keluarga, sehingga edukasi seperti ini diharapkan berdampak luas,” jelasnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Kota Semarang. Kabid Pembinaan SMP, Aloysius Kristanto menilai edukasi gizi di sekolah menjadi langkah penting dalam membangun generasi yang sehat dan berdaya saing.
“Sekolah adalah tempat yang tepat untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat antusias mengikuti permainan edukatif yang mengajak mereka mengidentifikasi kandungan gula dalam berbagai makanan dan minuman populer. Momen ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membuka wawasan baru bagi siswa mengenai pentingnya menjaga pola konsumsi.
Sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut Abdun Mufid, SH Ketua LP2K Jateng dan Dr. Vilda Ana V.S, S.Gz., M.Gizi Dosen Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang.
Program ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran untuk mengurangi konsumsi gula secara bertahap, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Melalui kolaborasi antara sekolah, lembaga non-profit, dan pemerintah, edukasi kesehatan diharapkan dapat terus diperkuat.
Kampanye “Sang Gigi Manis” menjadi bukti bahwa edukasi gizi dapat disampaikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Harapannya, langkah kecil dari SMPN 22 Semarang ini dapat menginspirasi lebih banyak sekolah untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini.


