
SEMARANG, semarangnews.id – Seorang calon Bhayangkara taruna (Cabhatar) berinisial AMM (19) meninggal dunia setelah ditemukan dalam kondisi terluka di lingkungan Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, pada Kamis (30/7) malam.
Hingga kini, penyebab pasti insiden yang menimpa calon taruna tersebut masih dalam proses penyelidikan. Kepolisian juga belum dapat memastikan bagaimana korban bisa ditemukan dalam kondisi terluka sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Yuliyanto, mengatakan AMM ditemukan usai mengikuti rangkaian pendidikan di Akpol Semarang. Setelah ditemukan dalam kondisi terluka, korban segera dievakuasi oleh rekan-rekannya menuju Rumah Sakit Akpol untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, meski telah mendapat perawatan intensif, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia dan jenazahnya dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses pemulasaran.
“Saat ini jenazah masih berada di RS Bhayangkara untuk dilakukan pemulasaran. Selanjutnya akan dibawa pulang oleh pihak keluarga ke Makassar,” ujar Yuliyanto.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, AMM merupakan calon Bhayangkara taruna asal Papua Barat yang telah dinyatakan lolos seleksi pendidikan integrasi. Program tersebut merupakan pendidikan bersama yang diselenggarakan Polri dengan Mabes TNI di Akademi Militer (Akmil) Magelang.
Yuliyanto menjelaskan, para peserta sebelumnya merupakan calon taruna yang dikirim dari berbagai Polda di Indonesia untuk mengikuti tahapan seleksi lanjutan selama kurang lebih satu bulan. Setelah melalui proses tersebut, peserta yang dinyatakan lolos akan mengikuti pendidikan integrasi di Magelang.
“Dia merupakan taruna pengiriman dari Papua Barat. Mereka dikirim dari wilayah masing-masing untuk mengikuti seleksi lanjutan. Setelah dinyatakan lolos, seharusnya diberangkatkan ke Magelang,” jelasnya.
Rencananya, AMM juga akan diberangkatkan bersama calon taruna lainnya untuk mengikuti pendidikan integrasi bersama para taruna TNI. Namun sebelum keberangkatan tersebut terlaksana, korban justru mengalami insiden yang berujung meninggal dunia.
Meski pihak keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai sebuah musibah, Polda Jawa Tengah menegaskan proses penyelidikan tetap berjalan. Polisi memastikan akan mengusut penyebab pasti kejadian agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Tim kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Mereka yang dimintai keterangan antara lain rekan-rekan korban yang pertama kali menemukan AMM, orang-orang yang mengetahui aktivitas korban sebelum kejadian, hingga mereka yang sempat berinteraksi dengannya.
“Saat ini petugas kami masih menggali keterangan dari teman-temannya yang menemukan, mengetahui kondisi sebelumnya, maupun yang sempat berinteraksi dengan korban,” kata Yuliyanto.
Selain pemeriksaan saksi, kepolisian juga masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian korban. Hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah korban mengalami kecelakaan, terjatuh, atau terdapat faktor lain yang menyebabkan insiden tersebut.
“Kami belum mengetahui penyebab yang bersangkutan ditemukan dalam kondisi seperti itu. Pemeriksaan secara mendalam masih dilakukan oleh tim medis sehingga kami belum dapat menyimpulkan penyebab pastinya,” pungkasnya.





