
SEMARANG, semarangnews.id – Di tengah suasana asri kawasan Jedung, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, berdiri sebuah rumah makan yang menawarkan pengalaman kuliner berbeda. Ya inilah Pawon Sederhana, rumah makan ini menyajikan aneka masakan khas desa dengan cita rasa rumahan yang dimasak menggunakan tungku kayu bakar, menghadirkan aroma khas yang kini mulai sulit ditemukan.
Pemilik Pawon Sederhana, Abdul Aziz, mengungkapkan bahwa konsep rumah makan tersebut lahir dari kenangan masa kecilnya. Ia terinspirasi dari rumah limasan Jawa Tengah milik sang nenek yang memiliki pawon atau dapur tradisional sebagai pusat aktivitas keluarga.
“Konsep ini memang terinspirasi dari rumah eyang. Kami ingin menghadirkan kembali suasana makan di dapur khas desa yang hangat dan penuh kenangan,” ujar Abdul Aziz.
Nuansa tradisional langsung terasa sejak pengunjung memasuki area rumah makan. Bangunan limasan dipadukan dengan interior sederhana khas pedesaan membuat suasana makan terasa nyaman dan menenangkan.
Tak hanya bangunannya yang mempertahankan nilai tradisional, proses memasaknya pun masih menggunakan cara lama. Seluruh masakan dimasak di atas tungku kayu bakar, sementara nasi dimasak menggunakan dandang tembaga peninggalan keluarga yang telah berusia puluhan tahun.

Menurut Aziz, penggunaan tungku kayu bakar membuat bumbu lebih meresap sekaligus menghasilkan aroma asap alami yang menjadi ciri khas setiap hidangan.
“Masih pakai dandang tembaga peninggalan eyang. Di bawahnya ada tungku sehingga nasi tetap hangat dan aromanya juga berbeda dibanding dimasak dengan rice cooker,” jelasnya.
Beragam menu khas rumahan menjadi andalan Pawon Sederhana. Di antaranya Kepala Mayong, Belut Mangut, Rica Ayam, serta berbagai olahan tradisional lainnya yang dimasak dengan racikan bumbu medok khas Jawa.
Aziz mengatakan, banyak pelanggan mengaku kembali datang karena cita rasa masakannya yang kuat dan autentik.
“Kalau kata konsumen, bumbunya lebih medok. Semua masakan dimasak langsung oleh ibu sehingga rasa rumahan tetap terjaga,” katanya.
Meski berada cukup jauh dari pusat Kota Semarang, Pawon Sederhana justru menjadi destinasi kuliner yang banyak diburu pecinta makanan tradisional. Aziz mengaku tidak khawatir dengan lokasi usahanya yang berada di kawasan pinggiran.
Ia justru mencontoh sejumlah rumah makan legendaris di berbagai daerah yang sukses meski berada di pelosok desa.
“Kami yakin dengan kualitas masakan. Mungkin pemandangannya tidak seperti tempat wisata, tapi suasananya nyaman, tenang, dan yang kami utamakan adalah kualitas makanan,” tuturnya.
Keunikan konsep tersebut rupanya juga menarik perhatian sejumlah artis nasional. Nama-nama seperti Ariel NOAH, Raffi Ahmad, Desta, hingga Gading Marten pernah mencicipi langsung sajian di Pawon Sederhana.
Menurut Aziz, kedatangan para artis berawal dari rasa penasaran setelah melihat berbagai ulasan di media sosial dan rekomendasi para pecinta kuliner.
“Alhamdulillah mereka datang karena penasaran. Saat ada kegiatan di Semarang, banyak yang menyempatkan mampir ke sini. Tentu kami sangat senang,” ungkapnya.
Menghadapi persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat, Aziz memilih fokus menjaga kualitas daripada mengikuti tren. Ia meyakini setiap usaha memiliki rezekinya masing-masing selama terus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
Ke depan, ia berharap Pawon Sederhana dapat terus berkembang sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui terbukanya lapangan pekerjaan dan meningkatnya perekonomian warga.
“Saya berharap usaha ini terus berkembang, membawa berkah, dan bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Semoga semakin banyak orang yang ikut merasakan manfaat dari Pawon Sederhana,” pungkasnya.





