Bastoni, 60 tahun, seorang petani, menyemprotkan pupuk pada bibit padi di sawah, sementara pemerintah mendesak petani untuk segera menanam kembali lahan mereka, menanggapi kekuatan cuaca yang tidak menentu yang berpotensi menyebabkan kekeringan berkepanjangan terkait El Nino, di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, 3 Juni 2026. REUTERS/Willy Kurniawan.
JAKARTA, 3 Juli (Reuters), semarangnews.id – Badan meteorologi Indonesia memperingatkan para petani untuk menyesuaikan aktivitas pertanian mereka guna mengurangi risiko yang timbul dari cuaca kering ekstrem yang diperkirakan terjadi tahun ini, menurut pernyataan pemerintah pada hari Jumat.
Berikut detailnya:
-
Hingga Juni, sekitar 38% zona musiman di Indonesia telah memasuki musim kemarau, sementara 47% zona mengalami volume curah hujan di bawah normal, kata Ardhasena Sopaheluwakan, seorang pejabat Badan Meteorologi Indonesia (BMKG) dalam pernyataan tersebut.
-
Musim kemarau, yang tahun ini akan terdampak oleh pola cuaca El Nino, diperkirakan akan mencapai puncaknya antara bulan Juli hingga September, katanya.
-
Sopaheluwakan mendesak para petani untuk melakukan penyesuaian terhadap kegiatan pertanian mereka karena dampak El Nino yang semakin intensif.
-
“Untuk sektor pertanian, beberapa langkah penting yang perlu segera diimplementasikan meliputi penyesuaian jadwal penanaman, optimalisasi penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan dan berumur pendek, serta diversifikasi tanaman pangan,” katanya.
Reporting by Fransiska Nangoy, Gayatri Suroyo; Editing by David Stanway

