Foto bersama pemenang doorprize se-ekor domba , Kamis, 05/06/2025). (Foto: Tim Media Masjid Al-Ilham desa Bakalan)
PATI, semarangnews.id – Suasana malam takbir di Desa Bakalan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Rabu malam (5/6/2025) tampak berbeda dari biasanya. Ratusan warga berbondong-bondong turun ke jalan, mengikuti tradisi tahunan takbir bersepeda, sebuah pawai malam Iduladha yang penuh warna, kreativitas, dan nuansa kekeluargaan.
Rombongan diberangkatkan sekitar pukul 19.10 WIB dari pelataran Masjid Al-Ilham, setelah terlebih dahulu digelar doa bersama.
Dalam sambutannya, Takmir Masjid Al-Ilham, Ust. Nursalim, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi dan menjaga semangat kebersamaan.
“Takbir bersepeda ini bukan hanya seremonial. Ini adalah bentuk silaturahmi warga, sekaligus cara menyemarakkan malam Iduladha dengan keceriaan yang tetap bermakna,” ujarnya.
Yang menarik, seluruh peserta baik dari kalangan pelajar, santri, maupun warga dewasa menampilkan sepeda yang telah dihias menyerupai hewan qurban, seperti kambing dan sapi. Dekorasinya pun tak main-main, dari bahan daur ulang, kertas, kain perca, hingga lampu kelap-kelip yang menyala indah di sepanjang rute.
Warga yang menonton dari pinggir jalan tampak antusias menyambut pawai yang menyusuri jalan-jalan utama desa. Lantunan takbir yang bersahutan dari peserta menambah syahdu suasana malam menjelang Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan penilaian sepeda hias terbaik, lengkap dengan doorprize utama seekor domba, yang nantinya akan langsung dijadikan hewan qurban.
Ali Rudy, Ketua Panitia Takbir Bersepeda 2025, mengaku bangga melihat semangat warga yang terus konsisten menjaga tradisi ini.
“Ini tahun keempat saya ikut terlibat. Yang membuat istimewa adalah kreativitas warga yang tak pernah habis. Bahkan, anak-anak dan remaja pun berani tampil penuh semangat,” ungkap Ali.
Tradisi takbir bersepeda di Desa Bakalan bukan hanya hiburan malam takbir. Lebih dari itu, ini adalah ekspresi lokal dalam merayakan Iduladha secara inklusif, penuh cinta, dan tetap mengakar pada nilai gotong-royong.
Penulis: Mohammad Miftah Baihaqi


