
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari bersama Presiden RC Semarang Kunthi Erma Dinar (pertama dari kanan), usai menyerahkan bantuan kepada salah seorang peserta edukasi, Kab. Kendal 25/7/2026. (Selly).
KENDAL, semarangnews.id – Komitmen meningkatkan kesehatan ibu dan anak terus diwujudkan Rotary Club of Semarang Kunthi melalui kegiatan Mother and Child Health Month di Kampung The Jowo Sekatul, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Sabtu (25/7/2026).
Bekerja sama dengan RS Panti Wilasa Citarum, kegiatan ini menghadirkan edukasi kesehatan, pemeriksaan ibu hamil, skrining tumbuh kembang balita, hingga layanan deteksi dini kanker serviks melalui mobil IVA.
Presiden Rotary Club of Semarang Kunthi, Erma Dinar, mengatakan kegiatan tersebut menyasar 23 ibu hamil dan 27 balita yang terindikasi mengalami stunting maupun keterlambatan tumbuh kembang. Menurutnya, masih ditemukan anak berusia sekitar 2,5 tahun yang belum mampu berbicara maupun berjalan normal sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu fokus program Rotary International. Kami ingin masyarakat semakin teredukasi agar mampu melahirkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas,” ujarnya.
Selain penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan, Rotary juga membagikan paket protein berupa telur serta bingkisan bagi para peserta. Erma menegaskan kegiatan ini akan dievaluasi secara berkelanjutan sesuai semangat “Great Lasting Impact”, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Rotary Club of Semarang Kunthi serta RS Panti Wilasa Citarum yang turut mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Kendal.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Kendal juga terus menjalankan berbagai program percepatan penanganan stunting, salah satunya melalui kunjungan langsung ke rumah warga dan pemberian bantuan makanan tambahan kepada keluarga yang menjadi sasaran.
Program tersebut dinilai membuat intervensi menjadi lebih tepat sasaran karena bantuan diberikan langsung kepada balita yang benar-benar membutuhkan.
Meski berdasarkan pendataan terbaru angka stunting di sejumlah wilayah masih menunjukkan peningkatan, Dyah menilai kondisi tersebut justru mencerminkan proses pendataan yang semakin akurat sehingga keluarga berisiko dapat teridentifikasi dan memperoleh pendampingan secara tepat.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan organisasi kemasyarakatan dinilai menjadi kunci untuk mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Kendal.





