
SEMARANG, semarangnews.id – SMKN 4 Kota Semarang menggelar sosialisasi bagi orang tua siswa baru Tahun Ajaran 2026/2027 di lingkungan sekolah, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah awal sekolah dalam membangun komunikasi yang baik dengan orang tua sekaligus memberikan pemahaman mengenai program sekolah dan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Kepala SMKN 4 Kota Semarang, Sri Suwarno menjelaskan, keterlibatan orang tua sejak awal menjadi bagian penting dalam menciptakan sinergi antara sekolah, keluarga, dan komunitas pendidikan.
“Tujuan kegiatan hari ini adalah mensosialisasikan program-program sekolah kepada orang tua siswa. Harapannya terjalin komunikasi dan kolaborasi yang baik antara sekolah, orang tua, dan komunitas sekolah sehingga tidak terjadi miskomunikasi,” ujarnya.
Selain memperkenalkan berbagai program sekolah, pihaknya juga memberikan penjelasan secara rinci mengenai pelaksanaan MPLS yang akan berlangsung selama lima hari. Langkah tersebut dilakukan untuk menghilangkan kekhawatiran sebagian orang tua yang masih memiliki anggapan bahwa kegiatan MPLS identik dengan praktik perpeloncoan.
“Dengan informasi yang kami sampaikan, mudah-mudahan orang tua tidak ragu dan dapat mengizinkan anak-anaknya mengikuti MPLS dengan tenang,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah juga memaparkan perkembangan SMKN 4 Kota Semarang yang dinilai terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya prestasi akademik maupun nonakademik para siswa.
Tahun ini, SMKN 4 Kota Semarang bahkan mencatatkan prestasi sebagai sekolah dengan jumlah siswa terbanyak di Jawa Tengah yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Meski berstatus sebagai sekolah vokasi yang berorientasi pada dunia kerja, sekolah tetap memberikan ruang bagi lulusan yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga yang semakin baik selama anak menempuh pendidikan di SMKN 4 menjadi salah satu alasan sebagian lulusan memilih melanjutkan kuliah terlebih dahulu sebelum bekerja.
“Yang paling ideal sebenarnya lulusan SMK bekerja sambil kuliah. Dengan begitu mereka memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan tinggi,” jelasnya.

Sebagai sekolah vokasi, SMKN 4 juga memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau magang. Seluruh industri yang menjadi tempat magang diwajibkan memiliki nota kesepahaman (MoU) dengan sekolah guna menjamin kualitas pembelajaran bagi siswa.
Program magang dilaksanakan selama lima bulan dengan pendampingan intensif dari guru. Setiap bulan guru melakukan monitoring langsung ke lokasi industri untuk memantau perkembangan siswa, disertai evaluasi bersama pihak industri setelah masa magang berakhir. Pendampingan juga dilakukan melalui komunikasi rutin menggunakan telepon, WhatsApp, maupun pertemuan daring.
Tak hanya fokus pada prestasi akademik, SMKN 4 Kota Semarang juga terus memperkuat pendidikan karakter. Pada tahun ajaran baru ini sekolah menargetkan tidak ada lagi siswa yang terlibat aksi tawuran atau zero tawuran.
Target tersebut diwujudkan melalui penguatan tata tertib sekolah, edukasi tentang bahaya tawuran bersama jajaran kepolisian, hingga pembentukan sistem pelaporan oleh siswa di setiap kelas agar potensi konflik dapat dideteksi sejak dini.
“Kalau ada potensi tawuran, teman-temannya sudah melaporkan kepada sekolah sehingga bisa langsung kami antisipasi,” ungkapnya.
Pihak sekolah berharap seluruh siswa baru dapat segera beradaptasi dengan lingkungan belajar di SMK yang memiliki karakter berbeda dengan jenjang SMP. Selain mampu menyesuaikan diri dengan kurikulum vokasi, sekolah juga berharap lahir lebih banyak talenta baru yang berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik, sehingga semakin mengharumkan nama SMKN 4 Kota Semarang.





