Jihan Amira siswa Bayu Ramli Modeling School usai berikan penjelasan soal keseriusannya di dunia modeling, Ungaran 24/5/2026. (Selly).
UNGARAN, semarangnews.id — Dunia modeling bukan sekadar berjalan di atas panggung dengan percaya diri. Bagi Jihan Amira Choirunnisa, atau yang akrab disapa Jihan, proses menuju itu justru penuh tantangan yang harus ditaklukkan satu per satu. Meski baru bergabung selama satu bulan di Bayu Ramli Modeling School, remaja 16 tahun ini sudah menunjukkan keseriusannya dalam menekuni bidang tersebut.
Jihan, yang saat ini duduk di bangku kelas 9 SMP Negeri 2 Beringin, Kabupaten Semarang, mengaku awal mula ketertarikannya berangkat dari kesempatan mengikuti lomba Pesona Bintang Pelajar dan kala itu ia juga meraih juara. Dari situlah ia mengenal Bayu Ramli Modeling School setelah sang ibu mencari informasi terkait penyewaan busana lomba.
“Awalnya mau ikut lomba, terus ibu cari info. Ternyata ditawari masuk sekolah modeling karena mungkin dilihat saya tinggi. Saya senang dan bersyukur bisa bergabung,” ujarnya saat ditemui usai sesi latihan di studio Bayu Ramli Ungaran.

Meski tergolong baru, Jihan tidak benar-benar asing dengan dunia modeling. Ia mengaku sudah sempat terlibat dalam beberapa kegiatan sebelumnya, meski intensitas latihan baru ia jalani secara serius dalam satu bulan terakhir.
Namun, proses belajar tersebut tidak selalu mudah. Jihan secara jujur mengungkapkan bahwa salah satu kesulitan terbesar yang ia hadapi adalah koordinasi gerakan, terutama saat melakukan putaran di atas catwalk.
“Yang paling susah itu koordinasi kaki, apalagi waktu putaran. Kadang masih bingung dan belum seimbang,” katanya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Jihan rutin berlatih dan mencari referensi tambahan dari berbagai sumber, termasuk menonton video modeling. Ia juga berusaha menjaga fokus dan tidak terlalu terbebani pikiran saat tampil.
“Latihan terus, nonton YouTube juga buat cari referensi. Kuncinya jangan terlalu banyak pikiran, tapi tetap harus tahu arah ke depan,” tambahnya.
Dalam hal gaya, Jihan mengaku menyukai dua jenis fashion, yakni casual dan gaun, meski ia lebih nyaman dengan busana kasual karena dinilai lebih simpel dan tidak ribet. Sementara untuk preferensi di dunia modeling, ia mengaku lebih tertarik pada catwalk, meski juga menikmati sesi foto candid.
Di balik kesibukannya belajar modeling, Jihan tetap memiliki cita-cita yang berbeda dari dunia fashion. Anak ketiga dari tiga bersaudara yang tinggal di Tuntang ini bercita-cita menjadi analis kesehatan di masa depan.
Meski demikian, ia tetap ingin berkembang di dunia modeling dan menjadikannya sebagai ruang untuk mengasah kepercayaan diri serta keterampilan.
“Harapan saya bisa lebih menguasai modeling, baik dari segi fotografi maupun cara berjalan di catwalk,” ungkapnya.
Langkah Jihan mungkin baru dimulai. Namun dengan semangat belajar dan kemauan untuk terus berkembang, bukan tidak mungkin namanya akan semakin dikenal di dunia modeling tanah air.

