Iga Bakar Jogja dan Nasi Goreng Lidah Maranggi khas Layang-Layang Resto, Semarang 16/05/2026. (FOTO: Dok)
SEMARANG, semarangnews.id – Suasana hangat mewarnai perayaan anniversary ke-5 Layang-Layang Kithen Restaurant and Rooftop Bar yang digelar pada Sabtu malam (16/5/2026). Mengusung konsep spesial, restoran ini menghadirkan program buffet all you can eat dengan beragam menu nusantara, asian dan western yang sukses memanjakan lidah para pengunjung.
Head Chef Layang-Layang, Chandra, mengungkapkan bahwa seluruh menu yang disajikan telah dipersiapkan secara matang bersama tim, dengan menghadirkan hidangan favorit pelanggan selama ini.
“Kami menyiapkan menu-menu yang memang sudah menjadi favorit tamu, seperti chicken curry dengan bumbu rempah yang kuat, ikan asam manis, hingga lumpia udang yang menjadi signature kami,” ujarnya usai acara.
Tak hanya itu, buffet juga dilengkapi dengan mie goreng oriental serta sajian barbeque seperti ayam asap, daging sapi, dan sosis yang semakin menambah variasi hidangan. Untuk penutup, pengunjung dimanjakan dengan aneka dessert mulai dari puding, coklat fountain dengan buah strawberry, hingga es krim.
Selain buffet, Layang-Layang juga dikenal memiliki sejumlah menu andalan yang menjadi daya tarik utama. Di antaranya Iga Bakar Jogja, Nasi Goreng Lidah Maranggi, Tengkleng Iga, serta Nasi Goreng Padang Barendo.

Chandra menjelaskan, Iga Bakar Jogja menjadi salah satu menu unggulan karena proses memasaknya yang membutuhkan waktu hingga 12 jam dengan teknik slow cooking.
“Kita masak iga hampir 12 jam supaya empuk, lalu dibakar dengan bumbu kacang racikan sendiri dan disajikan dengan sambal bawang serta jukut urap dengan sentuhan bumbu genep khas Bali. Rasanya lebih ke comfort food, familiar dan nyaman di lidah,” jelasnya.
Sementara itu, Nasi Goreng Lidah Maranggi menghadirkan inovasi unik dengan memadukan konsep sate maranggi khas Jawa Barat menggunakan lidah sapi impor yang juga dimasak selama berjam-jam hingga lembut.
“Lidah sapi kita marinasi dengan bumbu maranggi, lalu dipadukan dengan nasi goreng berbumbu kencur dan kemangi, jadi ada perpaduan rasa gurih, manis, dan sedikit pedas yang khas,” tambahnya.
Untuk menu pembuka, Layang-Layang tetap mempertahankan signature lumpia udang yang menggunakan kulit lumpia segar dari UMKM lokal Semarang, dipadukan dengan isian udang dan ayam serta sentuhan rempah khas Chinese yang disajikan dengan saus nok cham ala Vietnam.
Tidak hanya memanjakan pengunjung dengan menu makanan dan minuman, malam itu mereka juga dihibur oleh permainan akustik band yang membawakan lagu-lagu favorit yang semakin menghangatkan suasana.
Di tengah pesatnya perkembangan industri kuliner di Kota Semarang, Chandra menilai kehadiran berbagai restoran baru justru menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas.
“Bukan kami anggap sebagai pesaing, tapi justru jadi pemacu untuk terus lebih baik. Ini tentang bagaimana bersama-sama memajukan dunia kuliner Semarang agar semakin dikenal,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa Layang-Layang tidak hanya menawarkan makanan dan minuman, tetapi juga pengalaman bersantap yang lengkap dengan konsep rooftop dan pemandangan kota Semarang dari ketinggian yang begitu luar biasa utamanya di malam hari.
“Harapan kami, Layang-Layang bisa terus berkembang, semakin konsisten, dan ke depan bisa membuka cabang baru. Kalau bisa, menjadi salah satu yang terbaik di Semarang,” pungkasnya.
Perayaan anniversary ini pun menjadi bukti bahwa Layang-Layang Resto & Cafe terus berkomitmen menghadirkan inovasi kuliner sekaligus pengalaman bersantap yang berkesan bagi setiap pengunjung.

