District Governor D3420 Dyah Anggraeni sesaat sebelum memotong pita penyerahan mobil diagnostik mata ke RSU William Booth, Semarang 11/5/2026. (Sapto).
SEMARANG, semarangnews.id – Akses layanan kesehatan mata kini semakin dekat dengan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah. Melalui kolaborasi internasional, Rotary Club of Semarang Kunthi menghadirkan solusi inovatif berupa mobil diagnostik mata yang siap menjangkau sekolah-sekolah hingga pelosok wilayah.
Bantuan tersebut resmi diserahkan kepada RSU William Booth Semarang, Senin (11/5/2026), sebagai bagian dari program Global Grant #2685626 dari The Rotary Foundation yang melibatkan berbagai negara seperti Indonesia, Australia, Singapura, dan Malaysia.
District Governor Rotary 3420 tahun 2025–2026, Dyah Anggraeni, yang juga bertindak sebagai Primary Contact program, menegaskan bahwa mobil layanan ini akan menjadi ujung tombak skrining kesehatan mata di sekolah.
“Mobil mata ini disiapkan untuk membantu siswa sekolah dasar mendapatkan pemeriksaan sejak dini. Nantinya para guru juga dilibatkan melalui pelatihan skrining, sehingga saat mobil ini datang ke sekolah, pihak sekolah sudah memiliki data siswa yang membutuhkan penanganan atau kacamata,” jelasnya.
Program ini tidak hanya menghadirkan mobil layanan, tetapi juga mencakup pelatihan skrining mata bagi sedikitnya 300 guru SD di wilayah Semarang dan Kudus, serta penyediaan 500 kacamata gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Direktur RSU William Booth Semarang Erwita Dinarsari menyambut positif bantuan tersebut. Ia menyebut, keberadaan mobil diagnostik mata sangat relevan dengan sejarah rumah sakit tersebut yang dulunya dikenal sebagai rumah sakit khusus mata.

“Kami sangat menyambut baik bantuan ini. Dengan adanya mobil diagnostik mata, pelayanan kepada masyarakat, khususnya di Semarang dan sekitarnya, akan semakin optimal,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Jennifer A. Scott selaku perwakilan Rotary International. Ia berharap program ini mampu memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan.
“Ke depan kami berharap tidak ada lagi anak-anak yang kesulitan penglihatan hingga menghambat aktivitas belajar mereka,” ungkapnya.
Kegiatan serah terima ini turut dihadiri berbagai tokoh Rotary internasional, perwakilan pemerintah antara lain Kepala Dinas Kesehatan Jateng Zulfachmi Wahab, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Mochamad Abdul Hakam, dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Muhammad Ahsan, serta tenaga kesehatan. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan kick off pelatihan skrining mata bagi 80 guru, pemeriksaan gratis untuk 50 siswa SD, serta pameran layanan kesehatan keliling.
Menariknya, selain mobil diagnostik mata, turut dihadirkan layanan lain seperti mobil pemeriksaan gigi, mobil IVA test, serta perpustakaan keliling sebagai bentuk pendekatan holistik dalam pelayanan kesehatan dan edukasi masyarakat.
Melalui sinergi antara organisasi internasional, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, dan pemerintah, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mata sejak dini sekaligus memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas.
Rotary pun kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan di Indonesia.

