Bayu Ramli (tengah) bersama siswa Bayu Ramli Modeling School usai Beauty and Table Manner Class di Quest Hotel, Semarang 8/2/2026. (Selly).
SEMARANG, semarangnews.id – Fashion designer sekaligus aktor asal Kota Semarang, Bayu Ramli, kembali menunjukkan komitmennya dalam membina talenta muda melalui program edukatif di dunia modeling. Kali ini, Bayu menggandeng Sariayu Martha Tilaar dan Quest Hotel Semarang untuk menggelar beauty class dan table manner class bagi siswa Bayu Ramli Modeling School pada Minggu, (8/2/2026).
Kolaborasi lintas sektor antara industri fashion, kecantikan, dan hospitality ini menjadi bukti sinergi nyata dalam mencetak model muda yang tidak hanya unggul secara visual, tetapi juga memiliki etika dan kepercayaan diri yang kuat saat tampil di ruang profesional. Kegiatan berlangsung di Quest Hotel Semarang dan diikuti sekitar 15 siswa, mulai dari kategori anak-anak hingga remaja.

Bayu Ramli menjelaskan, kerja sama dengan Sariayu Martha Tilaar difokuskan pada penguatan kemampuan grooming dan tata rias, sementara Quest Hotel Semarang memberikan dukungan fasilitas sekaligus edukasi etika jamuan formal melalui table manner class.
“Kolaborasi ini sangat penting karena dunia modeling tidak bisa berdiri sendiri. Model harus memahami make up, grooming, hingga etika saat berada di acara formal. Semua ini saling melengkapi,” ujar Bayu Ramli.
Beauty Class Bersama Sariayu Martha Tilaar
Sesi beauty class menghadirkan Beauty Consultant Sariayu Martha Tilaar, Ninik Halim, yang memberikan materi sekaligus praktik langsung teknik tata rias wajah. Para peserta belajar mulai dari teknik dasar hingga lanjutan yang relevan dengan kebutuhan panggung dan industri fashion.

Materi yang diberikan mencakup pembentukan alis proporsional, teknik pengaplikasian eye shadow, pemilihan warna make up sesuai karakter wajah, hingga penyesuaian riasan untuk kebutuhan fashion show dan pemotretan. Penyampaian dilakukan secara interaktif sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan teknik yang dipelajari.
Ninik Halim menekankan pentingnya penggunaan produk yang aman serta teknik make up yang sesuai usia, terutama bagi peserta kategori anak dan remaja.
Quest Hotel Semarang Bekali Etika Jamuan Formal
Tak hanya fokus pada penampilan, kegiatan ini juga menghadirkan table manner class yang difasilitasi oleh Quest Hotel Semarang. Manager Food and Beverage Quest Hotel Semarang, Dadan Wira, hadir sebagai pemateri utama.

Dalam sesi ini, peserta dikenalkan pada konsep western, eastern, hingga modern table manner. Materi mencakup urutan jamuan makan dari appetizer, main course, hingga dessert, penggunaan alat makan yang tepat, hingga etika bersikap saat menghadiri acara formal dan jamuan resmi.
Menurut Dadan, pemahaman table manner menjadi keterampilan penting bagi generasi muda yang akan sering menghadiri acara formal, termasuk fashion event, gala dinner, dan kompetisi modeling.
Bekal Profesional bagi Model Muda
Bayu Ramli menegaskan bahwa beauty class dan table manner class merupakan agenda rutin yang diberikan kepada siswa modeling school sebagai bekal profesional jangka panjang.
“Model harus punya value lebih. Penampilan, attitude, dan etika saat berada di acara formal menjadi poin penting yang tidak bisa diabaikan,” tegasnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, aktif bertanya, serta mencoba langsung materi yang diberikan. Amira misalnya siswa kelas 8 SMP ini mengaku mendapatkan pengalaman luar biasa dari beauty class tersebut.
“Ini baru pertama kali sih kak. Jadi seneng banget. Tadi kita diajarkan cara berias yang bagus tuh gimana,” ungkapnya.

Melalui program ini, Bayu berharap siswa Bayu Ramli Modeling School memiliki kesiapan lebih matang saat terjun ke dunia modeling, baik dalam ajang fashion show, pemotretan, maupun kompetisi tingkat lokal hingga nasional.
Bayu menambahkan nantinya para siswa akan mendapatkan sertifikat kelulusan yang diakui oleh lembaga pemerintah yaitu Dinas Pariwisata, karena pihaknya telah menjalin kerjasama dengan Dinas tersebut dan penting bagi para model untuk memiliki pengetahuan tentang dunia pariwisata.
“Dan nanti ketika mereka lulus, sertifikat yang akan mereka terima itu telah diakui oleh Dinas Pariwisata, karena saat ini mereka juga dituntut harus memiliki pengetahuan tentang potensi wisata yang ada, tidak hanya di Jawa Tengah melainkan seluruh Indonesia. Dan suatu saat mereka juga siap untuk menjadi duta wisata,” imbuhnya.
Kolaborasi edukatif ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem industri fashion Semarang yang semakin profesional dan berdaya saing.


