Eross Candra (kiri) bersama Board of Directors Saloka Theme Park, Dani Agung Nugroho (kanan) usai jumpa pers di Saloka Theme Park, Kab. Semarang 19/1/2026. (Selly).
KAB. SEMARANG, semarangnews.id – Saloka Theme Park mengawali tahun 2026 dengan sebuah gebrakan kreatif melalui ajang “Saloka Mencari Musik”, kompetisi cipta lagu yang menjadi bagian dari rangkaian Saloka Fest 2026. Event ini membuka ruang bagi para musisi dari seluruh Indonesia untuk menyalurkan kreativitas sekaligus berkesempatan menciptakan jingle resmi Saloka Theme Park.
Kompetisi ini menggandeng Eross Candra, gitaris band legendaris Sheila On 7, sebagai kurator utama. Dalam jumpa pers yang digelar Senin sore (19/1/2026), Eross mengaku antusias sekaligus tertantang menjalani peran tersebut.
“Justru ini menarik karena para peserta ditantang menciptakan karya orisinal dari berbagai genre. Ini akan memicu ide-ide segar, terutama dari generasi muda. Bukan sekadar event yang membawakan lagu orang lain seperti festival pada umumnya,” ungkap Eross.

Menariknya lagi, Eross juga menyinggung soal peran teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia musik yang kini semakin tak terpisahkan.
“Untuk bantuan AI, buat saya tidak masalah, selama pembuat karya bisa mempertanggungjawabkannya saat masuk kualifikasi. Kalau jujur, pasti tidak sepenuhnya mengandalkan AI. Bakat bermusik tetap harus keluar,” tegasnya.
Sementara itu, Board of Directors Saloka Theme Park, Dani Agung Nugroho, menjelaskan bahwa “Saloka Mencari Musik” terbuka untuk umum secara nasional.
“Event ini terbuka untuk seluruh musisi dari berbagai daerah di Indonesia. Kami tidak membatasi genre, yang penting sesuai dengan tema dan dikirim dalam periode yang telah ditentukan,” ujar Dani.
Untuk registrasi dan pengumpulan karya dibuka mulai 20 Januari hingga 28 Februari 2026 melalui laman mencarimusik.salokapark.com. Dengan mengusung tema “Keceriaan Rekreasi Keluarga”, para peserta diajak menuangkan imajinasi tentang kebahagiaan dan kehangatan berwisata bersama keluarga, selaras dengan slogan Saloka “Ceria Tiada Habisnya”.
Dari proses kurasi yang dilakukan, akan dipilih tiga karya terbaik. Masing-masing pemenang akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp5 juta. Tak hanya itu, Saloka juga memberikan fasilitas produksi rekaman secara profesional.
“Tiga lagu terbaik akan direkam di studio yang proper, kemudian didistribusikan secara legal ke platform digital seperti Spotify, YouTube Music, dan Apple Music. Hak cipta dan royalti pencipta lagu juga dijamin sesuai ketentuan,” jelas Dani.
Komitmen ini, lanjutnya, menjadi bukti bahwa Saloka Theme Park tidak hanya hadir sebagai destinasi rekreasi keluarga, tetapi juga sebagai wadah apresiasi dan pengembangan kreativitas, khususnya di bidang musik.
Suasana jumpa pers semakin semarak dengan kehadiran penyanyi sekaligus pencipta lagu Hendra Kumbara, sejumlah influencer, serta akademisi musik yang turut memberikan pandangan dan pertanyaan.
Sebagai informasi, SALOKA merupakan theme park pertama dan terbesar di Jawa Tengah dengan luas lebih dari 12 hektare dan memiliki 25 wahana tematik dan edukatif berbasis legenda rakyat Jawa Tengah, berlokasi di Lopait, Tuntang, Kabupaten Semarang.


