Calon Ketua RT5 RW2 Pakintelan, berfoto bersama sesaat sebelum kirab, Semarang 23/6/2024. (Selly).
SEMARANG, semarangnews.id – Dengan memadukan budaya lokal dan semangat demokrasi, warga di RT5 RW2 kelurahan Pakintelan kecamatan Gunungpati kota Semarang, menyelenggarakan pemilihan dan pemungutan suara untuk Ketua RT periode 2024-2027, Minggu pagi (23/6/2024).
Tak main-main, momen pemilihan suara Ketua RT ini dikemas layaknya pesta rakyat tradisional khas Jawa Tengah.
Dari busana, ketiga calon Ketua RT, panitia dan warga, seluruhnya kompak mengenakan busana tradisional Jawa Tengah dengan beskap untuk laki-laki, dan kebaya untuk para wanita.
Sebelumnya para calon Ketua RT bersama para pendukung juga telah memasang atribut kampanye kreatif di sekitar lingkungan warga dengan gimmick-gimmick jenaka antara lain ‘makan siang gratis buat yang pas jaga malam pos kamling’, ‘besok sembako gratis hari ini bayar’.

Lebih dari itu, ketiga calon Ketua RT beserta istri, diarak dengan kendaraan terbuka dengan iringan warga dan musik angklung sejauh hampir 3 kilometer mengelilingi wilayah kelurahan Pakintelan layaknya kirab budaya.
Sepanjang jalan para calon Ketua RT tersebut memberikan lambaian tangan yang sesekali diselingi candaan kepada warga sekitar yang kebetulan berada di jalur kirab. Dan tentu saja kirab tersebut menjadi perhatian warga.
Agar kirab calon Ketua RT dan warga berjalan kondusif, anggota Babinsa Koramil 07, Bhabinkamtibmas Polsek Gunungpati dan Linmas, ikut memberikan pengamanan jalannya iring-iringan tersebut hingga kembali ke lokasi kegiatan pemungutan suara.
Di lokasi utama, tenda dan panggung telah disiapkan dengan pernak pernik tradisional untuk ketiga calon RT.
Sementara itu, panitia telah menyiapkan sejumlah perlengkapan pemungutan suara antara lain kertas suara, bilik pencoblosan, kotak suara hingga tinta suara, yang didesign cukup menarik.
Selanjutnya ketiga calon Ketua RT disambut dengan alunan gamelan Jawa untuk kemudian dipersilahkan duduk di panggung utama.
Usai sambutan dari sejumlah pihak, para calon dipersilahkan untuk menyampaikan visi misinya dihadapan para warga. Dan menariknya ketiga calon tersebut sepakat menyampaikan visi yang sama untuk lingkungan RT 5 yaitu guyub rukun maju bareng.
Kegiatan pemungutan suara Ketua RT 5 ini, tidak hanya mendapat dukungan warga sekitar akan tetapi pemerintah setempat mulai kelurahan hingga kecamatan ikut mendukung dan mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Saya mewakili bapak camat, mengapresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan pada pagi hari ini, yaitu kirab budaya menyertai pemilihan Ketua RT,” ungkap Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Gunungpati Nuniek Akhiriani.
Nuniek menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di kota Semarang khususnya di kecamatan Gunungpati.
“Tentunya ini akan menjadi pioneer atau menjadi contoh bagi wilayah lain untuk menyelenggarakan kegiatan yang sama, pada intinya kegiatan kebersamaan bertema budaya yang menyatukan seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.
Nuniek berharap kedepannya kegiatan tersebut bisa menjadi contoh bagi ajang pemilihan Kepala Daerah maupun Kepala Wilayah, agar dengan budaya para calon pemimpin dapat mempererat persatuan dan kesatuan, serta meningkatkan partisipasi politik warganya.
Tak ketinggalan dalam momen tersebut, Nuniek juga menyampaikan informasi penting terkait upaya Pemkot Semarang dalam memberikan informasi saluran lapangan pekerjaan, yang menurutnya akan melibatkan setidaknya jejaring 4000 lapangan pekerjaan bagi warga kota Semarang.
Sementara itu, Madhik Masdhanakuninggar Ketua LPMK Pakintelan (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan) sekaligus salah seorang penggagas di acara tersebut menyampaikan ada sejumlah pembelajaran penting bagi warga, lebih dari sekedar pemilihan suara Ketua RT.

“Kita ingin memberikan satu pembelajaran kepada kita sendiri khususnya dan kepada masyarakat luas pada umumnya, memilih maupun dipilih merupakan hak warga negara, sehingga kita pingin dalam menggunakan hak itu kita pingin terkonsep dalam suasana yang bahagia penuh keceriaan, tanpa intimidasi tanpa kepentingan-kepentingan tertentu,” ungkapnya.
“Sehingga kita juga mensupport kepada para calon supaya mereka juga dalam kondisi yang sangat humanis, berangkulan dan bekerjasama, tidak bermusuhan satu sama lain,” imbuhnya.
Terkait momen jelang pilkada kota Semarang pada November 2024 mendatang maupun momen Pilpres dan Pileg lalu, Madhik menyebut ini juga bagian dari masukan untuk penyelenggaraan pemilu yang lebih baik lagi.
“Ya sebenarnya ini juga merupakan bagian kritik dari masyarakat untuk pemilihan-pemilihan yang sudah berjalan maupun sedang berjalan,” pungkasnya.
Selain memadukan unsur budaya, dalam kegiatan tersebut Madhik bersama panitia juga melibatkan sejumlah pelaku UMKM yang dengan sangat antusias berjualan selama kegiatan berlangsung yang tentunya bertujuan membantu perekonomian warga sekitar.
Di akhir acara jelang penghitungan suara, warga dimanjakan dengan beragam menu hidangan makan siang disertai iringan musik angklung dengan tembang-tembang masa kini, yang semakin menambah kemeriahan dan kerukunan warga.


