SEMARANG, semarangnews.id – Berbeda dari hari biasanya, Kamis pagi (1/2/2024) suasana SMP Negeri 22 Gunungpati kota Semarang begitu meriah dengan kegiatan akbar bertajuk ‘Spekta 22, Pinter Berkarakter’.
Muslimin, Kepala SMPN 22 menyampaikan, ada tiga hal utama dalam kegiatan Spekta 22 kali ini, antara lain launching program Sekolah Jujur Sekolah Saya (SJSS), Panen Karya P5 dan Roots Day.
“Untuk SJSS kita melaksanakan 4 program di sekolah, pertama BCL Baca, Cerita, Langsung, kedua soal kebersihan dan kepedulian anak terhadap lingkungan sekolah, ketiga ada Baca Asik Tanpa Sampah Plastik, kemudian keempat ada Jujur Belajarku Mujur Prestasiku,” terangnya.

Program Sekolah Jujur Sekolah Saya (SJSS) menitik beratkan pada penanaman nilai-nilai anti korupsi kepada siswa SMPN 22.
“SJSS menanamkan 9 nilai anti korupsi yaitu jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani dan adil,” ungkap Muslimin.
Hal serupa juga disampaikan Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Semarang Aloysius Kristiyanto yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Sekolah Jujur Sekolah Saya di SMP 22 ini, karena SJSS merupakan sebuah pembentukan ekosistem anti korupsi, sehingga dalam kehidupan sehari-hari senantiasa tercermin sikap jujur, sikap anti korupsi di sekolah, di lingkungan keluarga dan kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Kristiyanto menambahkan jika saat ini sebanyak 18 SMP Negeri di kota Semarang telah menjalankan program Sekolah Jujur Sekolah Saya.
“Target kita semua sekolah yang ada di kota Semarang baik itu negeri maupun swasta bisa mengikuti program ini,” imbuhnya.
Harapannya, lanjut Kristiyanto, dapat membuat proses belajar siswa semakin baik, karena menurutnya kejujuran dibutuhkan dalam proses pembelajaran.
“Dalam proses pembelajaran dibutuhkan kejujuran terutama pada saat bapak ibu guru menjelaskan materi kepada anak-anak di kelas. Setelah proses pembelajaran biasanya ada pertanyaan apakah sudah jelas dengan materi yang diberikan, nah jika anak-anak tidak jujur maka mereka akan menjawab sudah, padahal belum. Maka ini adalah salah satu contoh manfaat program Sekolah Jujur Sekolah Saya,” jelasnya.
Sebagai wujud komitmen bersama, pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan deklarasi Sekolah Jujur Sekolah Saya oleh Inspektorat Kota Semarang Tuti Wahyuningsih, Kepala SMPN 22 Muslimin, perwakilan komite SMPN 22 dan perwakilan siswa.
Sementara itu, yang tak kalah menarik dalam kegiatan Spekta 22 kali ini yaitu Roots Day. Ini merupakan kegiatan siswa siswi agen perubahan yang menyuarakan sikap anti bullying di lingkungan sekolah. Mereka para siswa yang menjadi agen perubahan, akan membantu pihak sekolah menciptakan iklim kondusif yang anti bullying dan anti kekerasan.

Berikutnya dalam event tersebut para siswa diberikan kesempatan berkreasi dan menampilkannya di lingkungan sekolah dalam unjuk Panen Karya P5 yang merupakan bagian dari kurikulum merdeka yang dilaksanakan 3 kali dalam setahun. Dan Panen Karya kali ini merupakan gelaran pertama di awal tahun 2024 yang dilakukan oleh siswa kelas 7 dan 8.
Tidak hanya menampilkan kegiatan kesenian seperti tarian atau nyanyian, sejumlah siswa juga menampilkan aksi seni beladiri pencak silat yang cukup memukau para tamu undangan, guru dan para siswa.
Belum lagi gerai atau stand yang menjajakan produk makanan, minuman serta barang seni buatan para siswa dengan bentuk yang sangat menarik dan menggoda. Tak heran jika banyak dari produk mereka yang habis terjual.


