Site icon semarangnews.id

Pengurus Baru POI Semarang Resmi Dilantik, Strategi Penanganan Kanker Jadi Fokus Utama

Perkumpulan Onkologi Indonesia

Ketua POI Kota Semarang Prof Dr dr Yan Wisnu Prajoko, M Kes, Sp B, Subsp Onk (K), FINACS (kiri), bersalaman dengan Ketua PP POI, Dr dr Cosphiadi Irawan, Sp PD-KHOM. (Dok).

SEMARANG, semarangnews.id – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kanker di Jawa Tengah terus diperkuat melalui kolaborasi lintas disiplin tenaga medis. Perkumpulan Onkologi Indonesia (POI) Cabang Semarang resmi melantik jajaran pengurus periode 2026–2029, Minggu (1/11/2026).

Pelantikan tersebut dipimpin oleh Ketua Pengurus Pusat (PP) POI, Dr. dr. Cosphiadi Irawan, Sp.PD-KHOM, dan dihadiri Ketua IDI Wilayah Jawa Tengah, dr. Telogo Wismo Agung Durmanto, serta perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Elhamangto Zuhdan, M.K.M.

Kepengurusan POI Cabang Semarang periode 2026–2029 dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko, M.Kes., Sp.B., Subsp.Onk.(K), FINACS. Jajaran pengurus terdiri atas dokter spesialis dan subspesialis dari berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan pelayanan kanker.

Kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antarspesialis sekaligus mendorong pengembangan pelayanan kanker yang semakin modern dan komprehensif.

Rangkaian pelantikan diawali dengan pembacaan surat keputusan yang dikeluarkan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI). Selanjutnya dilakukan pelantikan pengurus oleh Ketua IDI Jawa Tengah, pengucapan janji pengurus cabang yang dipimpin Ketua PP POI, penandatanganan berita acara, hingga penyematan pin organisasi.

Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa keterlibatan organisasi profesi dan pemerintah daerah menunjukkan pentingnya sinergi dalam pengembangan sumber daya kesehatan serta peningkatan mutu pelayanan kanker.

Pelantikan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat peran POI Cabang Semarang sebagai wadah kolaborasi multidisiplin dalam meningkatkan kualitas pelayanan kanker di Jawa Tengah.

Ketua POI Cabang Semarang periode 2026–2029, Prof. Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko, mengatakan kepengurusan baru akan diarahkan untuk memperkuat kerja sama berbagai bidang, mulai dari bedah onkologi, onkologi medik, onkologi radiasi, pulmonologi onkologi, patologi anatomi, radiologi, hingga rehabilitasi medik.

Selain meningkatkan kompetensi tenaga medis, POI Cabang Semarang juga akan mengembangkan kegiatan pendidikan kedokteran berkelanjutan, penelitian, edukasi masyarakat, serta penguatan jejaring pelayanan onkologi.

Kolaborasi tersebut diharapkan melibatkan rumah sakit, institusi pendidikan, organisasi profesi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ketua PP POI, Dr. dr. Cosphiadi Irawan, menegaskan bahwa kolaborasi multidisiplin menjadi bagian penting dalam pelayanan kanker modern. Penanganan pasien tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga mencakup proses deteksi dini, diagnosis, pemilihan terapi, rehabilitasi, hingga pelayanan paliatif.

Dalam rangkaian pelantikan tersebut, POI Cabang Semarang juga menggelar seminar ilmiah bertajuk “Bridging Borders in Lung Cancer Care: Evolving Strategies in Advanced Lung Cancer Management”.

Seminar ini membahas perkembangan strategi penanganan kanker paru stadium lanjut, khususnya mengenai pemilihan terapi yang semakin disesuaikan dengan karakteristik biologis kanker dan kondisi masing-masing pasien.

Dua narasumber dihadirkan dalam seminar tersebut. dr. Avissena Dutha Pratama, Sp.P(K)Onk, FISR, membawakan materi mengenai optimalisasi pemilihan terapi lini pertama pada kanker paru.

Sementara itu, dr. Daniel Rizky, Sp.PD, K-H.Onk.M, membahas pentingnya pemeriksaan biomarker prediktif dalam menentukan strategi pengobatan kanker paru secara lebih tepat. Diskusi dipandu oleh moderator dr. Edmond Rukmana Wikanta, M.Si.Med., Sp.B., Subsp.Onk.(K), M.A.R.S., FINACS, FICS, CLMA.

Perkembangan teknologi kedokteran, termasuk terapi target, imunoterapi, dan pemeriksaan molekuler, kini membuka peluang penanganan kanker yang semakin personal. Pemeriksaan biomarker, misalnya, dapat membantu dokter mempertimbangkan pilihan terapi berdasarkan karakteristik biologis penyakit pasien.

Melalui pelantikan pengurus baru dan seminar ilmiah ini, POI Cabang Semarang berharap dapat terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga medis serta memperluas kolaborasi pelayanan kanker. Dengan demikian, masyarakat di Jawa Tengah diharapkan semakin mendapatkan akses terhadap pelayanan onkologi yang berkualitas, terintegrasi, dan mengikuti perkembangan ilmu kedokteran terkini.

Exit mobile version