Site icon semarangnews.id

dr. Dyah Anggraeni Resmi Pimpin YJI Jawa Tengah, Perkuat Edukasi dan Pencegahan Penyakit Jantung

Dyah Anggraeni

Ketua Yayasan Jantung Indonesia Jawa Tengah 2026-2031 dr. Dyah Anggraeni. (Dok).

SEMARANG, semarangnews.id – Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Provinsi Jawa Tengah resmi memiliki kepengurusan baru. dr. Dyah Anggraeni, M.Kes., Sp.PK., sebagai Ketua YJI Jawa Tengah periode 2026–2031, menggantikan Hj. Sri Lestari Sudiro, S.E., S.H., M.H.

Pelantikan tersebut berlangsung di Semarang, Sabtu (29/8/2026), dan dirangkai dengan kegiatan senam jantung sehat yang diikuti lebih dari 2.000 peserta dari berbagai klub jantung sehat di Jawa Tengah. Kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis serta edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan jantung. 

Pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum bagi YJI Jawa Tengah untuk semakin memperkuat gerakan promotif dan preventif di tengah masyarakat. Terlebih, penyakit jantung kini tidak hanya menjadi ancaman bagi kelompok usia lanjut, tetapi juga masyarakat usia produktif.

Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia, Annisa Pohan, dalam sambutannya melalui video conference mengingatkan bahwa jantung bukan sekadar organ tubuh, melainkan bagian penting dari kehidupan manusia.

“Bagi saya jantung bukan sekadar organ yang berdetak di dalam tubuh kita. Di dalam setiap detak jantung ada kehidupan, ada cinta kepada keluarga, ada harapan seorang anak untuk tumbuh besar, ada cita-cita yang ingin diwujudkan, dan ada kesempatan bagi seseorang untuk terus berkarya bagi masyarakat dan bangsanya,” ujar Annisa.

Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Annisa Pohan, saat memberikan sambutan via video di acara pelantikan pengurus Yayasan Jantung Indonesia Jawa Tengah, 29/8/2026. (Dok)

Karena itu, menurut Annisa, menjaga kesehatan jantung pada hakikatnya merupakan upaya menjaga kehidupan. Ia juga mengingatkan bahwa sejumlah faktor risiko penyakit jantung semakin banyak ditemukan pada usia produktif, antara lain tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, kebiasaan merokok, kurang bergerak, pola makan tidak sehat dan stres.

Annisa menekankan tiga hal penting yang perlu diperhatikan masyarakat dalam menjaga kesehatan, yakni tidur yang cukup, nutrisi yang baik serta olahraga teratur.

“Jangan menunggu sakit untuk mulai hidup sehat. Jangan menunggu gejala untuk memeriksakan diri. Dan jangan menunggu kehilangan untuk mulai peduli,” tegasnya.

Ketua Yayasan Jantung Indonesia Jawa Tengah dr. Dyah Anggraeni (ke delapan dari kanan) bersama rekan-rekan dan pengurus baru periode 2026-2031, Semarang 29/8/2026. (Dok).

Pesan tersebut sejalan dengan semangat kepengurusan baru YJI Jawa Tengah di bawah kepemimpinan dr. Dyah Anggraeni. Dyah menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memulai semuanya dari nol, melainkan melanjutkan berbagai program yang telah dirintis kepengurusan sebelumnya sekaligus memperluas kolaborasi.

“Kami akan melanjutkan program-program yang sudah bagus dan sudah dirintis oleh Ibu Sudiro. Kemudian kami meningkatkan sinergi dengan rumah sakit, fasilitas kesehatan, BPJS, perusahaan dan para pengusaha,” kata Dyah. 

Menurut Dyah, salah satu fokus yang akan diperkuat adalah edukasi dan pelatihan penanganan henti jantung mendadakserta bantuan hidup dasar. Pelatihan tersebut nantinya diharapkan tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan, tetapi juga menyasar sekolah, perusahaan dan lingkungan masyarakat.

“Kami ingin mensosialisasikan pelatihan untuk penanganan henti jantung mendadak atau bantuan hidup dasar. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang bisa menangani dan menolong ketika terjadi kondisi tersebut di lapangan,” jelasnya.

Selain penanganan kegawatdaruratan, Dyah juga menaruh perhatian besar terhadap edukasi kesehatan jantung sejak usia muda. YJI Jawa Tengah akan mendorong lahirnya kader-kader muda melalui program edukasi di tingkat SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.

Bagi Dyah, membangun kesadaran tentang kesehatan jantung tidak bisa menunggu seseorang memasuki usia dewasa.

“Penyakit jantung sekarang tidak menunggu tua. Karena itu, sejak muda anak-anak perlu diarahkan untuk gemar berolahraga dan menjaga kesehatan jantung,” ungkapnya. 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan olahraga, edukasi dan pelatihan yang disesuaikan dengan kelompok usia. Guru juga akan dilibatkan agar pesan mengenai pola hidup sehat dan aktivitas fisik dapat terus diteruskan di lingkungan sekolah.

Rangkaian pelantikan turut diisi pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Pemeriksaan meliputi gula darah, tekanan darah, kolesterol, asam urat, pemeriksaan mata, ECG, radiologi, konsultasi dokter spesialis penyakit dalam hingga skrining kanker leher rahim. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Rotary, Dinas Kesehatan Jawa Tengah, RS William Booth dan RSUP Dr. Kariadi. 

Di sisi lain, Annisa Pohan juga mengingatkan jajaran pengurus baru YJI Jawa Tengah bahwa jabatan yang diterima bukan sekadar posisi organisasi.

Menurutnya, para pengurus menerima kepercayaan sekaligus tanggung jawab kemanusiaan. Karena itu, keberadaan YJI harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia mendorong agar Klub Jantung Sehat kembali diperkuat sebagai ujung tombak gerakan YJI di tengah masyarakat. Edukasi juga diharapkan diperluas hingga kabupaten dan kota, desa, sekolah, kampus, tempat kerja, pasar serta komunitas lokal.

Semangat tersebut kemudian dirangkum dalam Panca Usaha Jantung Sehat, yakni SEHAT: Seimbangkan gizi, Enyahkan rokok, Hadapi dan atasi stres, Awasi tekanan darah, serta Teratur berolahraga.

Dengan kepemimpinan dr. Dyah Anggraeni, YJI Jawa Tengah diharapkan tidak hanya aktif menggelar kegiatan seremonial, tetapi semakin hadir di tengah masyarakat melalui edukasi, pencegahan, deteksi dini dan peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan jantung.

Exit mobile version